TRANSFORMASI digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Teknologi telah mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, berinteraksi, hingga mengakses berbagai layanan publik dan ekonomi digital.
“Masyarakat dituntut mampu beradaptasi sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman,” kata Dyah Ayu Harfi Rusanti, penelaah Teknis Kebijakan Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Kabupaten Ponorogo, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk “Cerdas Finansial di Era Digital: Bahaya Pinjol dan Penipuan Online” di hall lantai 4 Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Senin (25/5/2026).
Dyah yang mewakili Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjiptoraharjo, menegaskan bahwa transformasi digital sudah mendisrupsi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. “Transformasi digital telah mengubah cara kita belajar, bekerja, berbisnis, hingga berinteraksi. Digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan yang harus kita pahami dan manfaatkan secara bijak,” terangnya.
Dia mengungkapkan, perkembangan teknologi digital berjalan sangat cepat, sementara kesiapan sumber daya manusia belum tentu mampu mengimbanginya. Karena itu, peningkatan kompetensi digital, terutama di kalangan mahasiswa dan generasi muda, menjadi hal yang sangat penting. “Transformasi digital bisa berjalan sangat cepat, tetapi manusianya belum tentu siap. Karena itu, peningkatan kompetensi digital, terutama di kalangan mahasiswa, menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Dyah juga menjelaskan ancaman keamanan siber yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dia mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan data pribadi dan lebih bijak dalam menggunakan media digital. “Masyarakat, terutama generasi muda, harus semakin sadar pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan bijak dalam bermedia digital,” jelasnya.
Dia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif, kreatif, dan aman. “Mahasiswa harus menjadi agen perubahan di era digital, bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif, kreatif, dan aman,” harapnya.
Masih kata Dyah, keberhasilan transformasi digital setidaknya ditopang oleh tiga elemen utama. Yakni, infrastruktur digital yang memadai, talenta digital atau sumber daya manusia yang kompeten, serta sistem keamanan siber yang kuat.
