Kursi Panas Rakortek RPJMD Ponorogo, Kadipertahankan Supriyanto Paparkan Sawah Organik

Redaksi | News
oleh

KEPALA Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Kadipertahankan) Ponorogo Supriyanto duduk di kursi panas saat rapat koordinasi teknis (rakortek) di Ruang Bantarangin, Senin (14/4/2025). Ini bersamaan Bupati Sugiri Sancoko mencecar pertanyaan seputar program pertanian organik yang pada 2029 mendatang harus menyentuh 25 ribu hektare sawah di Ponorogo.

‘’Dinas pertanian tidak sebatas mengawal keamanan stok pangan, tapi bagaimana bahan pangan itu bervalue (bernilai),’’ kata Kang Giri saat memimpin Rakortek Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo Tahun 2025-2029 itu. Namun, Kang Giri mafhum menciptakan sistem pertanian organik tidak dapat serta merta seperti membalik telapak tangan.’’Memang harus step by step, tidak bisa langsung dan sekalian dirumuskaan juga bagaimana antisipasi ketika nanti terjadi gagal panen,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dipertahankan Supriyanto cukup tangkas memaparkan program kerjanya menuju Ponorogo Organik. Pihaknya bakal menerapkan skema berbasis pemberdayaan dan swakelola kelompok tani. Tahun ini, bibit padi, pupuk, dan insektisida organik bakal diterapkan di atas lahan sawah seluas 3.000 hektare yang digarap 120 kelompok tani. ‘’Artinya, masing-masing kelompok tani akan menggarap sawah organik 25 hektare,’’ ungkap Supriyanto di depan panelis utama Sugiri Sancoko itu.

Nah, target pertanian organik di 25 ribu hektare sawah akan tercapai pada 2029 mendatang dengan skema tambahan 5.000 hektare (2026), 5.000 hektare (2027), 6.000 hektare (2028), dan 6.000 hektare (2029). ‘’Skema berbasis pemberdayaan dan swakelola berbeda dengan pendekatan konvensional. Dimulai dari pelatihan sebanyak tiga kali per kelompok, dilanjutkan dengan pembuatan pupuk organik secara mandiri. Nantinya setiap kelompok tani mendapatkan unit cost sebesar 25 juta meliputi alat, bahan, pelatihan, narasumber, fasilitator, sosialisasi, monev, dan pendampingan,’’ beber Supriyanto.