Lisdyarita Ajak Cendekiawan Muslim Bersinergi Majukan Ponorogo

Redaksi | News
oleh

PONOROGO.KLIKSURABAYA.CO.ID – Selayaknya jika Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita berharap banyak kepada Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) ambil bagian dalam kemajuan daerah. Sebab, organisasi para kaum santri terpelajar itu aktif berkegiatan memberikan kajian dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.

“Memberikan kontribusi pemikiran strategis di berbagai bidang untuk mewujudkan Ponorogo Hebat,” kata Lisdyarita bersamaan pelantikan Pengurus ICMI Organisasi Daerah (Orda) Ponorogo masa bakti 2026–2031 di Pendopo Agung, Minggu (19/7/2026).

Menurut Bunda Lis –sapaan Lisdyarita, Ponorogo sedang berada dalam tahap krusial untuk memperkuat pembangunan fisik dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pun, citra pemerintahan baru saja jatuh. “Kami butuh bantuan dari ICMI. Ayo bantu berpikir demi Ponorogo yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Bunda Lis meyakini ICMI juga berkeinginan mewujudkan masyarakat madani yang bermoral, kompetitif, dan sejahtera lahir-batin. Dengan posisi penting dan strategis, organisasi yang berdiri 7 Desember 1990 itu seyogianya bukan hanya menjadi tempat berhimpunnya para cendekiawan muslim. “Tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua ICMI Orda Ponorogo Fajar Pramono menegaskan posisi organisasinya menjalin kemitraan yang bermartabat dengan pemerintah. Dengan begitu, ICMI tetap mampu bersikap kritis, konstruktif, dan solutif tanpa kehilangan integritas keilmuan.

“Pilihan ICMI sangat jelas, yaitu menjadi mitra strategis pemerintah yang menghadirkan gagasan, kritik membangun, inovasi, dan solusi bagi masyarakat. ICMI tidak boleh menjadi alat kepentingan yang menjauhkan ilmu dari nilai kebenaran dan keadilan,” tegasnya.

Kata Fajar, ICMI lahir sebagai ruang pengabdian ilmu bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara. Sejarah peradaban Islam telah menunjukkan besarnya peran cendekiawan dalam mendukung kemajuan. Kaum terpelajar itu berperan besar dalam memberikan arah bagi perkembangan pendidikan, teknologi, ekonomi, dan kehidupan sosial. “ICMI Orda Ponorogo akan mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua ICMI Organisasi Wilayah Jawa Timur Pitono Nugroho menyebut Ponorogo memiliki posisi strategis dengan kekuatan utama pada sektor ekonomi hijau. Potensi itu didukung oleh keberadaan lebih dari 55 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Ini merupakan kekuatan yang luar biasa,” ujarnya.

Kata Pitono, ICMI dapat berperan memperkuat kapasitas UMKM melalui riset, digitalisasi, peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran, dan perluasan jejaring usaha. Selain itu, mendorong percepatan transformasi digital menuju Ponorogo Smart City. “ICMI memiliki sumber daya intelektual yang memadai untuk membantu pemerintah daerah mengembangkan pelayanan publik dan pembangunan berbasis teknologi,” yakinnya.

Dia menambahkan, ICMI Jawa Timur menargetkan penguatan 5.000 hingga 6.000 keanggotaan dengan melibatkan cendekiawan dari perguruan tinggi, pesantren, dan aparatur sipil negara. Pihaknya berharap tambahan kekuatan itu menjadi modal intelektual untuk membantu pembangunan Jawa Timur, termasuk Kabupaten Ponorogo.

“Ribuan orang dengan kapasitas dan kompetensi yang luar biasa merupakan sebuah kekuatan besar,” pungkas Pitono.