PONOROGO.KLIKSURABYA.CO.ID – SETIAP memiliki gawe besar, Pemkab Ponorogo selalu mengawalinya dengan majelis doa. Tanpa kecuali, Sima’an Al-Qur’an Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek di pelataran masjid kompleks makam Batoro Katong, Selasa (14/7/2026), yang menandai awal rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita juga menyebut Sim’an Al-Qur’an Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek itu sebagai penanda penutupan Grebeg Suro. Apalagi, rangkaian grebeg itu diawali pula dengan Si’maan Al-Qur’an Dzikrul Ghofilin Mantab pada 20 Mei lalu di Pendopo Agung.
“Mengawali Hari Jadi ke-530 Ponorogo dengan khataman Al-Qur’an, dzikir, dan tahlil. Kami meyakini bahwa sebaik-baiknya ikhtiar adalah ikhtiar yang diawali dengan memohon pertolongan dan rida Allah,” kata Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– yang ikut hadir di kompleks makam Batoro Katong.
Menurut dia, mengawali rangkaian peringatan HUT Kabupaten Ponorogo dari kompleks makam Batoro Katong bukan tanpa sebab. Putra Prabu Brawijaya V itu adalah pendiri sekaligus adipati pertama Kadipaten Ponorogo sekitar 1496. Penetapan hari jadi pada 11 Agustus juga mengacu saat Batoro Katong dinobatkan sebagai adipati. “Kami ingin merawat sejarah Ponorogo,” ungkap Bunda Lis.
Pun, Sima’an Al-Qur’an Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek di pelataran masjid kompleks Batoro Katong itu terasa istimewa dengan kedatangan Gus Thuba Topo Broto Maneges. Nama terakhir ini adalah cucu KH Hamim Tohari Djazuli alias Gus Miek.
