Berhitung Durasi Event, Grebeg Suro di Ponorogo Tidak Ada Tandingannya

Redaksi | News
oleh

PAMOR Grebeg Suro 2026 di Ponorogo tetap bersinar berkat gelaran Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) dan Festival Reog Remaja (FRR). Di seantero dunia, festival budaya yang berlangsung sepekan lebih hanya dapat dihitung dengan jari tangan. “Kalau ditambah dengan puluhan side event (rangkaian acara) di Grebeg Suro yang durasinya hampir satu bulan penuh, maka Ponorogo tidak ada tandingannya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo Judha Sarwo Edi, Rabu (6/5/2026).

Judha juga menyebut FNRP dan FRR bukan event karbitan karena berlangsung rutin selama puluhan tahun. FNRP sudah terlaksana 30 kali, sedangkan FRR tercatat 21 kali. “Grebeg Suro 2026 menandai FNRP yang ke-31 dan FRR ke-22,” jelasnya.

Pun, FNRP lima tahun berturut masuk Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) dari total 125 event unggulan di Indonesia. Hasil kurasi Kemenpraf itu menunjukkan tingginya kualitas penyelenggaraan sekaligus kuatnya daya tarik Reog Ponorogo di tingkat nasional.

“FNRP bukan sekadar event, tetapi juga menjadi media untuk mentransmisikan dan mewariskan seni pertunjukan Reog Ponorogo bersamaan UNESCO menetapkannya sebagai intangible cultural heritage,” jelas Judha.

Menurut dia, antusiasme peserta meningkat setelah Reog Ponorogo masuk warisan budaya takbenda dunia. Sebanyak 29 grup reog sudah mendaftar –10 di antaranya dari luar Ponorogo–ikut FNRP XXXI dari 36 kuota peserta. “Sebanyak 20 peserta merupakan pendatang baru atau new entry. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa, terutama setelah Reog Ponorogo ditetapkan sebagai ICH UNESCO,” ungkapnya.

Bersamaan itu, tercatat 17 peserta FRR yang sudah mendaftar. FRR XII sudah mencatatkan satu grup reog dari Sragen ambil bagian. Judha mendorong sekolah-sekolah di Ponorogo mengisi kuota 36 peserta FRR yang masih tersedia. “Setiap peserta akan tampil dengan durasi 20 sampai 25 menit per sajian,” ujar Judha sembari menyebut jadwal FRR berlangsung 7–10 Juni dan FNRP pada 11-14 Juni 2026.

Dia menegaskan bahwa persiapan Grebeg Suro yang sudah jauh-jauh hari semakin matang mendekati hari H. Grebeg Suro 2026 bakal menyuguhkan sekitar 27 side event yang melibatkan berbagai komunitas dan berlangsung hampir satu bulan penuh. Mulai event religi, otomotif, hingga seni budaya. Tak ketinggalan, Festival Pencak Silat Jawara Bumi Reog, Grebeg Bonsai, Festival Vespa Cultural, Kirab Pusaka, Larung Risalah Doa, Grebeg Suro Rock Fest 2026, serta Jatim Racing Series Kejurprov. “Rangkaian panjang Grebeg Suro, betapa meriahnya Ponorogo ketika memiliki gawe besar dengan dukungan berbagai komunitas, semua kalangan, sekaligus semua pehobi,” tegasnya.

Judha berharap Ponorogo semakin kokoh menahbiskan diri sebagai Kota Budaya, Kota Religi, dan Kota Event yang mampu menggerakkan perekonomian daerah secara berkelanjutan. “Harapannya budaya tetap lestari, transmisi budaya berjalan baik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat Ponorogo,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.