Muscab Gerakan Pramuka Ponorogo, Target Setahun Kukuhkan 10 Ribu Pramuka Garuda

Redaksi | News
oleh

musyawarah cabang (muscab) yang sekali dalam lima tahun akhirnya mengena ke Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ponorogo. Gerakan kepanduan di tingkat kabupaten itu harus  kembali menyusun program kerja, mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus lama, dan memilih ketua serta pengurus kwarcab yang baru.

“Muscab menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan roda organisasi dan menjadi tolok ukur keberhasilan pengelolaan Gerakan Pramuka,” kata Ketua Majelis Pembimbing Cabang (KaMabicab) Ponorogo sekaligus Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat membuka muscab, Rabu (20/5/2026).

Menurut Kak Lisdyarita, muscab menjadi kesempatan untuk memperkuat soliditas dan solidaritas antar pengurus dan pembina demi mewujudkan Gerakan Pramuka Ponorogo yang semakin maju. “Kita harus saling mendukung dan menjaga kekompakan. Cara kita berkegiatan dalam organisasi ini merupakan cerminan dan harapan Pramuka Ponorogo untuk lima tahun ke depan yang lebih cemerlang. Menjadikan Pramuka Ponorogo yang hebat dan beradab,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kak Lisdyarita mengapresiasi capaian pembinaan peserta didik Pramuka di Ponorogo yang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif. Terlihat dari berbagai prestasi yang diraih anggota  di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Selain itu, jumlah Pramuka Garuda yang meraih tanda kecakapan tertinggi di Ponorogo mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebanyak 3.156 Pramuka Garuda dikukuhkan, kemudian bertambah menjadi 4.700 pada 2025. “Pada tahun 2026, Kwarcab Ponorogo menargetkan mengukuhkan sebanyak 10 ribu Pramuka Garuda,” tegas Kak Lisdyarita.

Sementara itu, Basuki Babussalam, wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur yang ikut hadir menekankan bahwa muscab wajib membahas beberapa hal. Terutama tentang kebijakan organisasi dan program pembinaan generasi muda.

Basuki menyebut Gerakan Pramuka sebagai pendidikan informal memiliki tugas membentuk karakter generasi muda melalui penanaman nilai kebangsaan dan kecakapan hidup. Karena itu, organisasi ini perlu memiliki tata kelola yang profesional. “Organisasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh semangat, tetapi juga oleh tata kelola yang baik, kepemimpinan yang visioner, dan keputusan-keputusan yang bijaksana,” ungkapnya.

Kata Kak Basuki, Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab Ponorogo mengusung tiga agenda utama. Yakni, konsolidasi program, rekonstruksi organisasi, dan penguatan sinergitas dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah. “Melalui konsolidasi, program-program dari Kwartir Nasional hingga gugus depan diharapkan dapat berjalan selaras. Sementara rekonstruksi organisasi  bertujuan menata kembali potensi dan struktur organisasi agar lebih siap menjawab tantangan yang berkembang di masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Gerakan Pramuka Ponorogo juga didorong untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam membantu menghadapi berbagai persoalan, mulai pembinaan generasi muda hingga tantangan sosial dan ekonomi.

“Kita berharap Gerakan Pramuka mampu hadir bukan hanya meramaikan, tetapi juga melengkapi dan mengukuhkan kerja-kerja hebat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo,” ujarnya.

Melalui muscab, Kak Basuki berharap Gerakan Pramuka Ponorogo mampu melahirkan program-program yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat perannya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan berprestasi.