Grebeg Suro 2026 Meriah, Warga Berebut Buceng Porak hingga Ludes

Redaksi | News
oleh

PONOROGO.KLIKSURABAYA.CO.ID – KEHEBOHAN selalu terjadi setiap prosesi buceng porak. Kendati panitia Grebeg Tutup Suro 2026 di Monumen Bantarangin sudah menyiapkan enam tumpeng besar berisi beragam hasil bumi, Selasa (14/7/2026). Masyarakat saling berebut sehingga buceng porak itu porak poranda.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mencermati prosesi buceng porak sudah mentradisi. Khalayak juga selalu menanti-nantikan keberadaan buceng raksasa itu untuk mendapatkan bagian. “Buceng porak juga selalu digelar di alun-alun selepas kirab pusaka dan di Telaga Ngebel saat larungan,” kata Bunda Lis –sapaan Lisdyarita.

Namun, buceng porak yang menandai Grebeg Tutup Suro berasa beda. Barisan buceng lebih dulu diarak dari kantor Kecamatan Kauman menuju Monumen Bantarangin. Warga tumpah ruah memadati jalur kirab tumpeng itu. “Jumlah buceng poraknya lebih banyak di Grebeg Tutup Suro,” jelasnya.

Bunda Lis merasakan kegembiraan serta kemeriahan tatkala warga berebut isi buceng porak berupa palawija, buah-buahan, jajanan tradisional, serta lauk-pauk itu. Pun, tradisi buceng porak menjadi simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi selama setahun terakhir. “Selain sarana memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta hasil pertanian yang lebih baik pada tahun berikutnya,” ungkap Bunda Lis.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo berkomitmen mempertahankan tradisi buceng porak sebagai bagian dari identitas budaya. Setidaknya, buceng porak berlangsung tiga kali setiap Grebeg Suro. Yakni, di Alun-Alun Ponorogo, Telaga Ngebel, dan di Monumen Bantarangin.

No More Posts Available.

No more pages to load.