Ponorogo.kliksurabaya.co.id – SENI karawitan terpinggirkan? Salah besar. Lima grup dari SMP yang berada di kawasan kota mendominasi 10 Penyaji Terbaik Festival Karawitan Tingkat Pelajar Ponorogo. Pun, grup karawitan SMAN1, SMAN 3, SMAN 2, dan SMKN 1 Ponorogo ikut bercokol di 6 penyaji terbaik tingkat SMA sederajat.
Sebaliknya, 10 penyaji terbaik tingkat SD masih diborong sekolah-sekolah di kecamatan pinggiran. Tercatat hanya Baga Manunggal Laras, grup karawitan SDN 3 Bangunsari yang menempati posisi penyaji terbaik IX.
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri mengaku puas dengan hasil festival karawitan yang memeriahkan perayaan Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo itu. Apalagi, kemampuan peserta nyaris merata. “Penilaian berdasarkan sisi garapan, penyajian, dan sisi rasa. Panitia mendatangkan dewan juri dari Surabaya dan Madiun untuk menjaga netralitas,” kata Nurhadi Hanuri, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, dewan juri juga memberikan tolok ukur tentang kualitas 48 grup karawitan pelajar Ponorogo. Nurhadi berbesar hati karena kualitas mereka ternyata hampir menyamai kemampuan pengrawit dan pesinden dari Sekolah Menengah karawitan Indonesia (SMKI) ataupun Institut Seni Indonesia (ISI). Surakarta. “Bisa jadi barometer perkembangan seni karawitan nanti bergeser dari Jawa Tengah ke Ponorogo,” terangnya.
Sementara itu, Wiwit Fabiantoro, pembina karawitan SMP Negeri 2 Balong, mengapresiasi gelaran festival yang tidak absen di Ponorogo. SMP Negeri 2 Balong dengan Kulup Budaya Laras-nya menguasai penyaji terbaik I selama enam tahun berturut. “Pembinaan berjenjang dimulai dari murid yang masuk pada tahun ajaran baru,” ujar Wiwit.
Menurut dia, SMPN 2 Balong juga memiliki dua tim pedalangan, dan grup karawitan guru. Setiap menghadapi lomba, Kulup Budaya Laras menerapkan latihan intensif selama dua bulan penuh.(***)








