Pencak Silat Ponorogo Jaga Tradisi Raih Emas di Porprov, Asian Games, Kejuaraan Dunia

Redaksi | News
oleh

ponorogo.kliksurabaya.co.id – PASANG dan surut prestasi atlet pencak silat Ponorogo. Karena itu, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menaruh harapan besar dari Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Ponorogo untuk menjaring calon atlet berprestasi. “Cabor (cabang olahraga) pencak silat menyumbang dua emas dan satu perunggu dalam Porprov Jatim 2025. Tapi pada kejurprov hanya meraih satu emas,” kata Sekretaris Umum IPSI Ponorogo Amrizal, (29/7/2026).

Harapan Amrizal menjaga tradisi emas dari pencak silat tidaklah berlebihan. Sebanyak 80 atlet terlibat dalam kejurkab yang mengambil venue pertandingan di Gedung Bulu Tangkis Reog itu. Mereka berasal dari berbagai perguruan silat dengan kategori usia 17 hingga 22 tahun. “Proyeksi terdekat adalah Porprov Jatim X/2027 di Kota Surabaya yang waktunya tersisa tinggal sekitar enam bulan lagi,” jelasnya.

Kejurkab Pencak Silat Ponorogo mengkompetisikan tujuh kelas tanding serta dan seni tunggal dan seni jurus tunggal bebas. Amrizal mengangankan muncul penerus Aji Bangkit Pamungkas, atlet pencak silat Ponorogo yang meraih medali emas Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang (kelas 85 kg–90 kg putra) dan medali emas Kejuaraan Pencak Silat Dunia (The 19th World Pencak Silat Championship) 2022 di Malaysia.

Sementara itu, Joko Subagiyo, ketua Lembaga Wasit dan Juri IPSI Ponorogo, menilai kualitas atlet pada kejurkab 2026 relatif sepadan dengan penyelenggaraan kejuaraan serupa tahun-tahun sebelumnya. Pun, dia optimistis peluang Ponorogo menjaga tradisi emas dari porprov tetap terbuka. “Peringkat Ponorogo selalu berada di posisi empat besar dalam kejuaraan tingkat provinsi. Tradisi prestasi pencak silat ini harus terus dipertahankan,” tegasnya.

Dia berpesan agar para atlet menjadikan kekuatan fisik dan stamina sebagai modal utama menghadapi pertandingan. Setelah itu, mengasah penguasaan teknik dan pemahaman terhadap peraturan terbaru. “Fisik harus kuat di atas rata-rata, lalu kombinasikan dengan penguasaan teknik yang sesuai aturan,” ujarnya.

Menurut Joko, peraturan pertandingan IPSI terus mengalami pembaruanm Mulai dari aturan tahun 2012, 2022, hingga revisi pada 2026 ini. Perubahan itu menuntut atlet dan pelatih untuk cepat beradaptasi dalam menerapkan strategi bertanding. “Perubahan aturan membutuhkan kecerdasan dan kemampuan adaptasi yang tinggi dari atlet maupun pelatih,” jelasnya.

Dia menilai pelaksanaan kejurkab berjalan lancar. Ini berkat kesiapan pelatih dan ofisial yang memahami peraturan, etika, serta tata cara pertandingan pencak silat. “IPSI Ponorogo memiliki sejumlah pelatih berpengalaman di tingkat nasional. Bahkan, ada mantan atlet juara dunia turut mendampingi atlet di arena pertandingan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.